Terkadang kamu melakukan suatu hal yang
dirimu sendiri tidak tahu apa dampak dari tindakan tersebut. Kamu hanya tahu
hal apa yang kamu rasakan setelah melakukannya, tanpa berfikir apakah orang
lain akan ikut bahagia atau malah sebaliknya.
Pernahkah
kamu berfikir tentang:
Seseorang yang penuh basa-basi
menghubungimu dan di dalam hatimu sendiri merasa bosan mendengarkan suaranya
hingga kamu mencari-cari alasan untuk segera mengakhiri percakapanmu dengannya.
Apakah kamu pernah berfikir apa alasan dia menghubungimu dengan percakapan yang
sangat biasa? Dia hanya menanyakan bagaimana keadaanmu sekarang, meski dia tahu
kalau kamu baik-baik saja. Dia hanya menanyakan apakah perutmu sudah menampung
beberapa suap nasi, meski tanpa ditanya kamu pun akan melakukannya dan masih
banyak hal biasa lainnya yang tidak ter tulis satu per satu karena kamu pun
sudah tahu hal itu. Sebenarnya orang yang menghubungimu hanya ingin
mendengarkan suaramu dengan maksud untuk meredakan sedikit kerinduannya
terhadapmu. Namun, dia tidak mampu berkata-kata saat mendengarkan suaramu.
Semua kata yang telah dia rangkai sebelumnya hilang begitu saja karena
mendengar suaramu. Tanpa kamu ketahui terkatang air matanya ikut menetes jika
mendengar suaramu. Sekali lagi karena suaramu! Fikirkan dan renungkanlah, karena dirimu yang
lebih tahu.
Apakah kamu pernah berbincang
melalui ponsel secara serius dengan seseorang di malam hari? Dan di dalam
hatimu merasa sangat jengkel karena dia mengganggu waktu istrahatmu. Sebelum
dia memulai maksud dan tujuannya menghubungimu, ada perbincangan santai yang
terjadi diantara kalian berdua. Hingga pada akhirnya dia tidak mampu mengutarakan
hal sebenarnya yang ingin di sampaikan olehnya, hanya mengucapkan “selamat
tidur semoga mimpi indah” dan kamu pun beranggapan tak ada hal yang penting
dalam perbincangan kalian saat itu. Sebenarnya orang yang menghubungimu tidak
kuasa mengeluarkan semua yang telah dia proses dalam otaknya untuk dituangkan
melalui mulutnya karena ada hal yang kamu utarakan sebelumnya dan yang dia
tahu, jika dia menyampaikan hal tersebut akan membawa aura negatif terhadap
dirimu dan bisa merusak nyenyaknya tidurmu malam itu. Coba renungkan! Ada orang
yang menyayangimu dalam diamnya tanpa harus mengungkapkan kalau dia sangat
menyayangimu. Cukup dengan tindakan yang kecil dan tidak kasat mata olehmu
meski kamu tak terlalu memperdulikan hal itu.
Tanpa kamu sadari ada orang yang
lebih mementingkan dirimu dibanding dirinya sendiri. Sangat khawatir dan cemas
saat mendengar bahwa dirimu sedang sakit. Bergegas menemuimu jika keadaan
memungkinkan dan pernahkah kamu berfikir ada hal lain yang rela dia korbakankan
hanya untuk menemuimu? Sepertinya tidak! Yang kamu tahu, hanya bisa memaksa
hingga ngambek dan marah jika dia tidak menemuimu dan memberikan apa yang kamu
inginkan. Padahal, perlu kamu ketahui bahwa tidak mudah baginya memenuhi segala
keinginanmu dengan segala kekurangannya. Ingat, keinginanmu! Ya, keinginanmu
yang seolah-olah menjadi keperluanmu. Cobalah renungkan semuanya! Segala bentuk
kebaikan dan kasih sayang orang yang benar-benar menyayangimu.
Sejauh
ini, apakah kamu masih berfikir siapa seseorang yang ku maksud?
Sesungguhnya
dia lebih terang dibandingkan mentari yang hanya mampu menyinarimu di siang
hari. Ataupun rembulan yang hanya mampu menyinarimu di malam hari. Senyumnya
lebih indah dibandingkan pelangi, lebih sejuk dibandingkan hembusan angin
mammiri di tepi Pantai Losari. Kasihnya bukan fatamorgana yang hanya
bayang-bayang belaka. Kata-katanya bukan layangan yang ditarik dan diulur. Kamu
sering memanggilnya Ibu!
Ibu
Ibu Ibu…
Kasih
sayangmu terukir dibenakku.
Hingga
suatu saat nanti…
Mata
ini tak mampu lagi melihat paras indahmu.
Hidung
ini tak mampu lagi menghirup aroma tubuhmu.
Telinga
ini tak mampu lagi mendengar suaramu.
Lidah
ini tak mampu lagi merasakan kelezatan masakanmu.
Kulit
ini tak mampu lagi merasakan hangat pelukanmu.
Namun,
otak ini selalu memikirkanmu.
Karena
hati dan sanubariku selalu mendoakanmu.
Untukmu Ibuku....
No comments:
Post a Comment