Saturday, 5 April 2014

Pernahkah Kamu Berfikir?


            Terkadang kamu melakukan suatu hal yang dirimu sendiri tidak tahu apa dampak dari tindakan tersebut. Kamu hanya tahu hal apa yang kamu rasakan setelah melakukannya, tanpa berfikir apakah orang lain akan ikut bahagia atau malah sebaliknya.
Pernahkah kamu berfikir tentang:
            Seseorang yang penuh basa-basi menghubungimu dan di dalam hatimu sendiri merasa bosan mendengarkan suaranya hingga kamu mencari-cari alasan untuk segera mengakhiri percakapanmu dengannya. Apakah kamu pernah berfikir apa alasan dia menghubungimu dengan percakapan yang sangat biasa? Dia hanya menanyakan bagaimana keadaanmu sekarang, meski dia tahu kalau kamu baik-baik saja. Dia hanya menanyakan apakah perutmu sudah menampung beberapa suap nasi, meski tanpa ditanya kamu pun akan melakukannya dan masih banyak hal biasa lainnya yang tidak ter tulis satu per satu karena kamu pun sudah tahu hal itu. Sebenarnya orang yang menghubungimu hanya ingin mendengarkan suaramu dengan maksud untuk meredakan sedikit kerinduannya terhadapmu. Namun, dia tidak mampu berkata-kata saat mendengarkan suaramu. Semua kata yang telah dia rangkai sebelumnya hilang begitu saja karena mendengar suaramu. Tanpa kamu ketahui terkatang air matanya ikut menetes jika mendengar suaramu. Sekali lagi karena suaramu!  Fikirkan dan renungkanlah, karena dirimu yang lebih tahu.
            Apakah kamu pernah berbincang melalui ponsel secara serius dengan seseorang di malam hari? Dan di dalam hatimu merasa sangat jengkel karena dia mengganggu waktu istrahatmu. Sebelum dia memulai maksud dan tujuannya menghubungimu, ada perbincangan santai yang terjadi diantara kalian berdua. Hingga pada akhirnya dia tidak mampu mengutarakan hal sebenarnya yang ingin di sampaikan olehnya, hanya mengucapkan “selamat tidur semoga mimpi indah” dan kamu pun beranggapan tak ada hal yang penting dalam perbincangan kalian saat itu. Sebenarnya orang yang menghubungimu tidak kuasa mengeluarkan semua yang telah dia proses dalam otaknya untuk dituangkan melalui mulutnya karena ada hal yang kamu utarakan sebelumnya dan yang dia tahu, jika dia menyampaikan hal tersebut akan membawa aura negatif terhadap dirimu dan bisa merusak nyenyaknya tidurmu malam itu. Coba renungkan! Ada orang yang menyayangimu dalam diamnya tanpa harus mengungkapkan kalau dia sangat menyayangimu. Cukup dengan tindakan yang kecil dan tidak kasat mata olehmu meski kamu tak terlalu memperdulikan hal itu.
            Tanpa kamu sadari ada orang yang lebih mementingkan dirimu dibanding dirinya sendiri. Sangat khawatir dan cemas saat mendengar bahwa dirimu sedang sakit. Bergegas menemuimu jika keadaan memungkinkan dan pernahkah kamu berfikir ada hal lain yang rela dia korbakankan hanya untuk menemuimu? Sepertinya tidak! Yang kamu tahu, hanya bisa memaksa hingga ngambek dan marah jika dia tidak menemuimu dan memberikan apa yang kamu inginkan. Padahal, perlu kamu ketahui bahwa tidak mudah baginya memenuhi segala keinginanmu dengan segala kekurangannya. Ingat, keinginanmu! Ya, keinginanmu yang seolah-olah menjadi keperluanmu. Cobalah renungkan semuanya! Segala bentuk kebaikan dan kasih sayang orang yang benar-benar menyayangimu.
            Sejauh ini, apakah kamu masih berfikir siapa seseorang yang ku maksud?
         Sesungguhnya dia lebih terang dibandingkan mentari yang hanya mampu menyinarimu di siang hari. Ataupun rembulan yang hanya mampu menyinarimu di malam hari. Senyumnya lebih indah dibandingkan pelangi, lebih sejuk dibandingkan hembusan angin mammiri di tepi Pantai Losari. Kasihnya bukan fatamorgana yang hanya bayang-bayang belaka. Kata-katanya bukan layangan yang ditarik dan diulur. Kamu sering memanggilnya Ibu!
Ibu Ibu Ibu…
Kasih sayangmu terukir dibenakku.
Hingga suatu saat nanti…
Mata ini tak mampu lagi melihat paras indahmu.
Hidung ini tak mampu lagi menghirup aroma tubuhmu.
Telinga ini tak mampu lagi mendengar suaramu.
Lidah ini tak mampu lagi merasakan kelezatan masakanmu.
Kulit ini tak mampu lagi merasakan hangat pelukanmu.
Namun, otak ini selalu memikirkanmu.
Karena hati dan sanubariku selalu mendoakanmu.
Untukmu Ibuku.... 

No comments:

Post a Comment