Saturday, 12 April 2014

Mungkin itu yang Terakhir

Oleh: Laila Idayanty Zul

Ketika telingamu tak kuasa lagi mendengar setiap perkataan dari bibirku.
Perkataan yang mengharuskanmu bertindak.
Namun logika memaksamu tetap diam.
Jangan khawatir, kamu boleh menutup telingamu.
Tapi mungkin itu yang terakhir kali kau mendengar suaraku.


Ketika matamu mulai bosan memandangiku.
Yang setiap saat berada di sampingmu

dan mengawasi semua perbuatanmu.
Jangan khawatir, kamu boleh berpaling dariku.
Tapi mungkin itu yang terakhir kali kau melihat wajahku.


Ketika genggamanmu tak erat lagi.
Seakan memaksa jemariku melepas genggaman itu yang telah lama melekat.
Jangan khawatir, kamu boleh menjauhiku sejauh yang kau mau.
Tapi mungkin itu yang terakhir kali kau merasakan sentuhanku.


Ketika hatimu mati rasa terhadapku.
Tak lagi menganggap keberadaanku di sisimu.
Jangan khawatir, kamu boleh melepasku pergi.
Tapi mungkin itu yang terakhir kali kau merasakan kebahagiaan bersamaku.


Karena takkan lagi kau temui diriku di dunia ini.
Yang kau dapati hanya rangkaian bunga yang layu 

dan nisan penuh debu bertuliskan namaku.
Namun, satu hal yang harus kau tahu.
Namamu tetap abadi di hatiku.
Hingga suatu saat nanti, kita dipertemukan di dunia yang berbeda.

No comments:

Post a Comment