Sunday, 8 December 2013

Mama Merekalah IKAMI itu


Usai shalat subuh saya bergegas mengambil ponsel yang ada di tempat tidur. Dengan jantung yang berdegup kencang dan rasa penasaran yang semakin memuncak saya akhirnya berhasil membuka website yang menjadi penentu masa depan saya. Karena di website itu tertera pengumuman SPMB-PTAIN PPA. Tinggal itu satu-satunya harapan saya untuk lolos di perguruan tinggi melalui jalur undangan tanpa test. Sambil menerka-nerka di dalam hati apakah saya lolos atau tidak, tiba-tiba saya melihat background di pengumuman saya berwarna hijau spontan saya mengucap syukur Alhamdulillah. Namun saya belum tahu PTAIN mana yang menerima saya, pelahan-lahan saya turunkan cursor ponsel saya dan melihat prodi yang saya masuki adalah Pendidikan Matematika. Sempat saya berfikir sejenak sebelum melanjutkan gerakan cursor itu.
“perasaan saya tidak mengambil jurusan Pendidikan Matematika di UIN Alauddin Makassar dan berarti universitas yang menerima saya adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” kataku dalam hati.
Dan akhirnya dugaan tersebut benar, saya merasa sangat senang karena dapat melanjutkan kuliah di luar pulau Sulawesi dan juga merasa belum yakin kalau saya bisa kuliah disana. Saya langsung berteriak mencari mama yang saat itu sedang berada di dapur, saya sempat berbasa-basi terlebih dahulu sebelum memberitahukan pengumuman tersebut.
“Ma, coba tebak saya lolos di PTAIN apa?” Sambil tersenyum.
“Kalau menurut mama kamu lolos di UIN Alauddin Makassar, tapi sepertinya kamu sangat yakin kalau kamu lolos di Jakarta. Memangnya pengumuman PTAIN sudah keluar?”.
“Iya ma, pengumumannya sudah keluar dan tebakan mama benar”.
“Mama bilang juga apa, pasti UIN Makassar dan kalau kamu itu dari dulu udah diramalkan kuliah di UIN”.
“Iya ma, tapi tebakan mama yang benar itu adalah tebakan yang kedua dan memang benar kalau saya ditakdirkan buat kuliah di UIN dan itu UIN Jakarta bukan UIN Makassar hehe”.
            Mama pun kaget bukan kepalang dan mengatakan kalau impian dan cita-citaku sewaktu kecil sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Karena sjak kecil saya memang sering bercerita ke mama ketika besar nanti saya akan tinggal di Jakarta karena jodoh saya ada di Jakarta, mama pun selalu mengaminkan kata-kata itu setiap terucap dari mulut saya. Entah apa yang ada di fikiran anak kecil yang masih polos seperti saya sampai-sampai mengatakan hal yang seperti itu.
            Namun tak segampang itu saya mewujudka impian dan cita-cita saya, banyak pro-kontra yang terjadi antara keluarga dan saya, hampir 90% dari mereka tidak sepakat saya berkuliah di Jakarta karena mereka fikir Jakarta itu adaah kota metropolitan dan semua hal-hal buruk tentang Jakarta mereka utarakan tanpa melihat sisi baik dari Jakarta dan orang-orangnya. Kegaluan dan dilema pun semakin memuncak dalam diri saya hingga ketika semuanya tak menyetujui pilihan saya tersebut  saya nekad tidak keluar dari kamar beberapa hari dan tidak mau makan. Awalnya mereka menganggap bahwa itu Cuma bualan saya agar keinginan untuk berkuliah di Jakarta bisa terwujud namun lama kelamaan mama melihat tekad dan sikap keras kepala saya yang semakin keras seperti batu karang. Sebagai seorang ibu dia tidak tega melihat masa depan anaknya hancur hanya karena satu keinginan besarnya tidak terpenuhi.
            Mama akhirnya membujuk saya untuk keluar kamar dan memberi nasehat bahwa gula janganlah dipadukan dengan gula karena tidak akan menghasilkan apapun namun, kamu harus bisa memadukan gula itu dengan air hangat agar menghasilkan air yang manis. Maksudnya, egoisme dan keras kepala dari keluarga jangan dibalas dengan hal serupa, namun balaslah dengan kelembutan dan meyakinkan mereka bahwa kamu bisa.
***
            Malam ini semua keluarga besar saya berkumpul di rumah dan membicarakan tentang bagaimana masa depan saya selanjutnya. Ada diantara mereka yang berkata:
“kalau saja dia masih tetap dengan pendiriannya dan keras kepala seperti itu maka kita nikahkan saja”.
Saya pun mengelak perkataan itu sambil membentak dengan nada kesal
“memangnya kamu siapa? Orang tua saya saja tidak pernah berkata seperti itu, saya masih punya mimpi dan cita-cita Insya Allah suatu saat saya akan membahagiakan orang tua saya tanpa melalui jalan pernikahan dini”.
            Orang itu tiba-tiba terdiam, dan nenek saya pun mulai bertanya dengan nada khawatir
“nak nanti kamu kesana sama siapa? Kalau tiba dijemput sama siapa? Dan mau tinggal dimana? Kamu ini anak gadis sulung dari mama kamu dan kamu belum mengerti situasi dan kondisi Jakarta”
            Saya pun tertunduk ternyata mereka mengkhawatirkan keadaan saya ketika sampai di sana maka dengan nada rendah saya menjawab pertanyaan itu,
“Insya Allah saya tidak akan tersesat disana dan saya yakin Allah selalu melindungi saya ketika berada disana. Mungkin ini sudah menjadi garis takdir saya untuk melanjutkan kuliah disana. Ketika saya lolos seleksi Teen Model Contest 2009 dan harus ke Jakarta tetapi terkendala dengan ujian semester padahal sudah membeli 2 buah tiket mama pernah bilang mungkin ini bukan jalan kamu untuk ke Jakarta tapi, mama yakin suatu hari nanti kamu akan ke Jakarta dan bisa melihat Jakarta dari puncak Monumen Nasional. Dan saya yakin inilah waktunya nek. Jangan khawatirkan saya”.
            Keluarga yang berkumpul pada malam itu sudah meyakini tekad saya dan mengizinkan untuk melanjutkan kuliah di Jakarta dengan syarat saya harus berangkat seorang diri. Saya pun menyetujui itu.
***
            Satu masalah sudah teratasi dan hasilnya memuaskan batin saya akan tetapi saya kepikiran dengan perkataan nenek saya bahwa nanti ketika sampai di Jakarta siapa yang menjemput dan dimana saya tinggal untuk sementara? Pertanyaan itu berulang-ulang dalam benak saya. Kebetulan saya sedang membuka media sosial dan tiba-tiba terbesit di otak bahwa saya harus memcari perkumpulan mahasiswa di Jakarta karena beberapa waktu yang lalu ketika para mahasiswa UI yang berasal dari Sulawesi mengadakan Try Out di Bulukumba saya mendengar kalau mereka punya sekretariat. Dari situlah pikiran saya menelaah pasti UIN juga punya perkumpulan seperti itu.
            Mulailah saya searching dengan key word: Perkumpulan mahasiswa Sulawesi Selatan di Jakarta. Tidak cukup 60 secon saya menemukan halaman media sosial grup IKAMI Sul Sel cab. DKI Jakarta. Dengan perasaan senang saya mulai mengetik beberapa huruf hingga menjadi kata-kata untuk mengutarakan maksud dan tujuanku di dinding halaman tersebut, aji mumpung pun menimpa saya pada saat itu admin halaman tersebut sedang online juga dia merespon dengan baik apa yang saya inginkan. Setelah saya mencari tahu adminnya adalah ketua umum IKAMI Sul Sel cab. DKI Jakarta namanya Ashari Alang Pabua dia memberikan saya nomor ponsel ketua umum IKAMI Sul Sel Cab. Ciputat berhubung kampus saya letaknya di Ciputat. Tanpa berfikir panjang saya mengutarakan maksud dan tujuan saya ke Jakarta sembari berkenalan dengan ketua umumnya yang bernama Amiruddin Wata.
            Saya dengan perasaan senang memberitahukan kepada mama dan semua keluarga bahwa akan ada yang menjemput saya ketika sampai di bandara Soekarno-Hatta meskipun saya belum terlalu yakin dengan hal ini.
***
Pada H-1 keberangkatan saya, entah kenapa hati saya merasa sangat sakit dan ingin menangis ketika ingin berpisah dengan orang tua, keluarga, teman-teman dan kerabat untung saja saya tidak punya pujaan hati. Tapi, perjalanan hidup baru saya baru saja akan di mulai dan tidak mungkin saya stop sampai disini. Tak lupa saya menghubungi kak Amir untuk meminta kepastian apakah nantinya ketika saya sampai di Jakarta akan ada yang menjemput atau tidak. Alhamdulillah kak Amir mengiyakan itu dan akan ada yang menjemput namanya Muhammad Sapril, dia pun memberikan nomor ponsel yang bisa saya hubungi agar nantinya bisa berkomunikasi.
Sekitar jam 07:30 WITA mama mengantarku ke bandara dan membawa sekoper penuh barang-barang dan pakaian yang akan saya gunakan nantinya. Satu hal yang membuat saya sedih ketika koper yang mama bawa diberikan kepada saya dan ditempat itu orang-orang berkerumunan dan saya tidak menyadari sudah berada di dalam bandara setelah menengok ke belakang mama dan adik saya yang kecil sudah tidak terlihat lagi di kerumunan orang.
24 Juni 2013 adalah hari pertama kalinya saya menginjakkan kaki di ibukota negara dan kak Sapril menjemput saya on time. Di sepanjang jalan kami berbagi cerita dan pengalaman dan dia menceritakan sedikit pengalamannya selama bergambung dengan IKAMI. Saya terdiam dan merasa sangat beruntung akan dipertemukan dengan mereka dan mulai saat itulah saya jatuh cinta dengan organisasi yang bernama IKAMI Sul Sel ini karena dengan satu alasan, bahwa IKAMI adalah organisasi yang membangun karakter para kadernya untuk berjiwa kekeluargaan dan menolong siapa saja tanpa pamrih. Tak terasa 2 jam lebih kami berada di perjalanan dan akhirnya sampai di sekretariat IKAMI Sul Sel cab. Ciputat, letaknya tidak terlalu jauh dari kampus UIN Jakarta. Sesampainya disana para anak IKAMI menyambut saya dengan hangat dan perasaan gembira mulailah saya berkenalan dengan mereka meskipun saya belum bisa menghafal nama mereka satu per satu.
Salah seorang dari mereka menghubungi anak IKAMI perempuan untuk memberikan saya tempat tinggal sementara waktu. Setelah beristirahat beberapa jam, 3 orang perempuan menjemput saya untuk tinggal di tempat mereka, namanya Nura Abla, Selvi dan Cida. Saya merasa sangat bersyukur dan hati pun tak henti-hentinya berbicara: “mungkin karena niat dan tekadku yang kuat serta doa dari orang-orang terkasih, Allah memberiku kemudahan dalam mencapai cita-citaku salah satunya yaitu dengan mempertemukanku dengan mereka IKAMI Sul Sel”.



Inilah salah satu foto kebersamaan saya dengan IKAMI . Foto ini diambil sehari setelah saya sampai di Jakarta tepatnya 25 Juni 2013 dalam acara Indonesia Law Years Club di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.




Kiri: ----, kak Lihin, kak Fahri, kak Daus, kak Amir, kak Ari, kak Anna, saya dan kak Sapril
***


Saya (kiri) pun diperkenankan hadir dalam Musyawarah Cabang IKAMI Sul Sel cab. Ciputat ke-XIX pada tanggal 28 Juni 2013.


4 comments:

  1. haha... Bisa dijadikan dongeng sebelum tidur :D

    ReplyDelete
  2. sungguh menyentuh tulisan ini, bikin terharu...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa.. butuhki tissue kak?
      ineh banyak disini ckck

      Delete