Wajah adalah simbol utama untuk dikenali dalam pertemuan pertama dan selanjutnya.
Tapi suatu hari diantar 365 hari di tahun 2015, aku bertemu dengan seseorang yang (pernah) dekat dengan dia yang memiliki kemiripan wajah juga sifat denganku.
Hingga akhirnya dia bercerita tentang mantan kekasihnya itu sambil menatapku lamat-lamat. Berusaha menolak memori masa lalunya namun tetap saja bercerita dengan sesekali menunjukkanku, juga orang yang disebelahku beberapa foto kekasih lamanya itu.
Benar, dia memang sangat mirip denganku. Apalagi saat dia berkata "lihatlah, pasti kau serasa bercermin menatap foto ini. Saya ingat betul memori yang tertinggal dari foto ini, itu saat dia seusiamu."
"Sifatnya juga tidak jauh beda denganmu" katanya. Ketika dia berkata: "saat aku memandangnya, dia selalu tersenyum menunduk dan malu-malu." Persis yang kulakukan saat itu juga, tanpa jeda. Tanpa rekayasa.
Namun sayang, air mukanya berubah ketika dia bercerita bahwa Tuhan tidak menakdirkannya berjodoh dengan anak tunggal itu.
Beberapa minggu yang lalu, di Yogya sana, perempuan cantik itu telah dipinang oleh seseorang.
Ada perasan sedih yang timbul dari ucapannya.
Karena dia tidak bisa melupakan perempuan yang dulu selalu membuat hati dan harinya bahagia.
Ada perasaan menyesal ketika perempuan itu pernah meminta pinangannya namun dia berkata belum siap.
Hingga di akhir cerita, aku baru tahu ternyata.....
Dia yang terlebih dahulu meminang perempuan lain.
Kejadian itu hanya berselang 3 minggu saat perempuan itu meminta pinangannya.
THE END
Note: jodoh ada yang atur, kita hanya perlu menata diri untuk berjalan ke arah seseorang yang ditakdirkan buat kita.