Thursday, 1 May 2014

Sajak Cinta yang Terkubur di Pantai



Izham dan Lilis adalah dua anak yang kehidupannya saling bertolak belakang. Namun dari perbedaan itu mereka dapat memperlihatkan kepada semua orang bahwa perbedaan latar belakang keluarga bukanlah penghalang dari hubungan mereka. Panggil saja Izham, dia adalah seorang musisi terkenal yang sering membanggakan orang-orang di sekitarnya. Ketajiran dan prestasi-prestasi yang ia raih dalam setiap ajang perlombaan membuat namanya semakin tenar, baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya akan tetapi Izham bukanlah anak yang cukup berprestasi di bidang akademik. Izham termasuk anak yang malas mengikuti pembelajaran, apalagi jika yang masuk adalah guru mata pelajaran yang tidak ia senangi pastilah dia enggan menginjakkan kakinya di dalam kelas bersama dengan sahabatnya Atur.
Lain halnya dengan penyair cantik yang bernama Lilis, dia memang berasal dari keluarga sederhana namun dia sangat dikagumi oleh teman-temannya. Mengapa tidak, setiap tahunnya dia mendapatkan predikat sebagai juara kelas sekaligus juara umum di sekolahnya. Semua guru mengagumi kecerdasan dan kemahirannya di bidang akademik dan juga sastra. Tidak jauh beda dengan Izham, Lilis juga mempunyai sahabat mereka berjumlah 6 orang Nita, Niky, Indah, Hesty, Hera dan Lilis. Ke enam sahabat itu tidak bertahan lama mereka terpecah belah menjadi dua kelompok disebabkan adanya kesalahfahaman antara Nita dan Niky. Lilis dan Indah ikut bersama Niky dan Hesty serta Hera ikut bersama Nita.
Izham dan Lilis mempunyai jalan fikiran yang bertolak belakang, mereka memang sekelas namun tiap hari Izham beserta sahabatnya Atur selalu membully Lilis. Entah karena alasan apa sampai-sampai mereka berdua selalu melakukan itu. Bisa di katakana bahwa mereka berdua di ibaratkan sebagai tikus dan kucing yang kerjaannya hanya berkelahi tiap kali bertemu. Sering Lilis dibuat nangis dengan kejahilan Izham dan Atur maka dari itu Lilis sangat benci sebenci bencinya  dengan mereka berdua.
Pada suatu hari Izham dan Lilis diberi amanat oleh guru mereka untuk mewakili sekolahnya dalam festival lomba puisi se-provinsi yang diiringi dengan music akustik (gitar). Mau tidak mau Lilis dan juga Izham harus menjalankan amanah gurunya agar pamour mereka di sekolah semakin naik. Al hasil mereka mampu meraih juara pertama dalam ajang itu. Hingga banyak gosip-gosip yang beredar bahwa mereka berdua menjalin hubungan yang special. Dan ternyata semenjak kejadian itu Izham diam-diam memendam rasa kepada Lilis namun itu tidak dapat terwujud karena Izham mempuyai kekasih dan begitupun dengan Lilis, dia juga mempunyai seorang kekasih yang jaraknya berjauhan dengan Lilis atau biasa di sebut dengan LDR (Long Distance Relationship) yang dalam bahasa Indonesia biasa di sebut dengan hubungan jarak jauh.
Hingga suatu ketika hubungan Lilis dengan pacarnya tidak berjalan dengan baik. Dia seperti biasa-biasa saja tetap terlihat riang namun siapa sangka, didalam lubuk hatinya merasakan kesakitan yang mendalam. Akhirnya dia memutuskan untuk mengajak teman-teman kelasnya liburan musim panas dengan melakukan wisata alam ke salah satu tempat pariwisata di kotanya. Lilis tak sendirian membuat rencana itu, ia meminta pertolongan Izham melalui jejaring social akhirnya mereka berdua saling tukaran nomor handphone untuk membahas tentang rencana mereka mengadakan pariwisata saat liburan sekolah. Dari situlah Lilis mengetahui kalau sebenarnya Izham sudah lama putus dengan pacarnya dan rencana mereka berhasil, semua teman kelasnya setuju dengan kegiatan itu hingga pada hari yang di tentukan tiba mereka semua berangkat ke tempat pariwisata tersebut.
Setibanya disana, mereka semua beristirahat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Pada malam hari, mantan kekasih Lilis mengirimkan pesan singkat yang isinya seolah-olah dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya. Ia masih menganggap Lilis sebagai kekasihnya dan kejadian bebeerapa hari yang lalu hanya kesalahfahaman antara mereka berdua. Di situlah Lilis mulai bingung dan memutuskan untuk keluar dari penginapan dan mencari udara segar, kebetulan tempat pariwisata yang mereka datangi adalah sebuah pantai. Lilis duduk termenung tiba-tiba teman-temannya datang dan mengajak Lilis bersenda gurau dan Izham pun datang dengan headset di telinganya. Tanpa Lilis sadari Izham langsung duduk disampingnya dengan menawarkan kepada Lilis satu bagian dari headset yang ia kenakan. Tak sungkan Lilis langsung menerimanya, ternyata tanpa terduga Izham memutarkan beberapa lagu  yang berisikan tentang perasaannya kepada Lilis. Sesekali Izham menatap Lilis dengan sangat dalam sampai-sampai membuat Lilis salah tingkah beberapa saat kemudian tangan Izham menggenggam tangan Lilis menandakan bahwa ia sangat sayang kepada Lilis, mungkin dengan cara seperti itu Izham mengungkapkan perasaannya.
Merasa terganggu dengan teman-teman yang ada di sekelilingnya, Izham mengajak Lilis untuk duduk berdua di tepi pantai dengan menggunakan sebuah sarung Bali untuk membuat mereka berdua tetap hangat. Teman-teman mereka yang ada di belakang merasa sangat curiga dengan kedekatan mereka berdua. Apalagi dengan adanya sarung Bali yang mereka kenakan berdua, itu membuat suasana semakin romantis kata teman-temannya. Izham dan Lilis seakan-akan menikmati suasana sejuk di pantai malam itu, sambil bercanda tawa berdua tangan mereka pun saling menggenggam satu sama lain agar tubuh mereka tetap merasa hangat. Tak terasa malam semakin larut, angin pun semakin bertiup kencang akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam penginapan. Sesampainya di penginapan Lilis merasa ada yang aneh dengan teman-temannya, mereka semua menatap Lilis dan Izham dengan penuh rasa curiga. Mereka sebenarnya tahu kalau diantara Lilis dan Izham ada chemistry namun mereka berusaha menutup-nutupinya.
Menjelang tidur, Izham mengajak Lilis tidur di sampingnya karena Izham tidak mau terjadi sesuatu yang tak di inginkan olehnya terhadap Lilis. Bersama dengan Indah, Lilis tidur diatas dipan bertiga dengan Izham. Sesekali Izham bangun untuk melihat Lilis yang tertidur untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja akan tetapi sebenarnya Lilis tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya dan kadang kala ia juga melihat apa yang sedang dilakukan Izham. Hingga menjelang subuh mereka berdua tidak dapat tertidur lelap akhirnya mentari pun mulai terbit teman-teman mereka sudah banyak yang bangun mereka berdua pun ikut bangun. Pagi itu Lilis bersama dengan teman-temannya keluar menghirup udara segar di pinggir pantai dan ternyata Izham tertidur dengan lelap di pagi itu.
Tak terasa mentari sudah berada di tempatnya mereka semua harus bergegas pulang kerumah, pengalaman wisata mereka di pantai itu sangat-sangat terasa buat semuanya.  Sesampai di rumah Lilis mengechek handphone miliknya ternyata ada pesan singkat dari Izham, semenjak kejadian itu Lilis benar-benar yakin kalau Izham ada feeling dengannya. Namun, ketika Lilis membuka jejaring social miliknya ternyata teman-temannya lagi heboh membicarakan soal kedekatan antara Lilis dan Izham seketika pula Lilis langsung memberi tahu Izham tentang hal itu. Tapi, Izham tidak mau ambil pusing malahan Izham mengajak Lilis untuk keluar pada malam pergantian tahun. Lilis tidak mau ambil resiko dia memberi tahu Izham kalau dia belum dapat izin dari orang tuanya. Tetapi, Izham tetap ngotot supaya Lilis mau pergi bersamanya.
Untungnya orang tua Lilis sangat pengertian, mereka membiarkan Lilis keluar bersama Izham d malam itu. Akhirnya pada malam hari Izham datang menjemput Lilis dengan motor balapnya. Di tengah perjalanan, Izham mengajak Lilis dinner bersama namun Lilis menolak. Dan akhirnya mereka hanya mampir di swalayan untuk membeli minuman. Sesampainya di tempat tujuan mereka berdua mangkal disuatu tempat dan beberapa saat kemudian Atur datang seorang diri, dia heran melihat Lilis dan Izham berduaan. Akan tetapi dia tidak peduli akan hal itu dia tetap melanjutkan obrolannya bersama Izham kemudian izham menawarkan sebotol minuman kepada Atur awalnya dia menolak karena minuman yang dibeli Izham hanya ada dua namun Izham berkata bahwa sebotol sudah cukup untuk dia dan Lilis. Itulah awal Lilis merasakan kasih sayang Izham yang seutuhnya. Malam pun larut, Izham mengajak Lilis untuk pulang. Namun, Lilis menginap di rumah Indah yang kebetulan membuat party malam itu.
Indah yang awalnya tidak percaya melihat Lilis dan izham jalan berdua kini membeberkan fakta kedekatan Izham dan Lilis melalui jejaring social miliknya. Sampai suatu ketikan berita tersebut menjadi trending topic di kalangan teman-temannya. Beberapa hari berlalu, perasaan aneh yang tidak dapat dijelaskannya mengenai Izham kini menggerogoti hati dan fikiran Lilis mungkin inilah yang dinamakan CINTA. Tapi, Lilis masih belum percaya kalau dia benar-benar cinta sama orang yang selalu membuat hari-harinya kacau.
Beberapa hari kemudian, Lilis dan pacarnya putus karena konflik yang mereka hadapi sudah tidak dapat mereka selesaikan bersama dan tidak lama setelah kejadian itu Lilis mengetahui bahwa Izham sudah mempunyai pacar. Dia melihat sendiri di akun facebook Izham berpacaran dengan seseorang yang bernama Eni. Sebelumnya, Lilis tidak mengetahui siapa orang tersebut. Karena penasaran ia mencari tahu seluk beluknya. Dengan mengetahui identitas Evhi, Lilis merasa terbakar cemburu karena Izham tidak memberitahukan semuanya kepada Lilis dan semenjak kejadian itu Izham menghilang dari kehidupan Lilis akan tetapi Atul menjelaskan kepada Lilis melalui jejaring social bahwa sebenarnya Izham hanya ingin mengalihkan perhatian teman-temannya agar nantinya mereka berdua tidak menjadi bahan perbincangan semua teman sekolahnya. Meskipun Lilis tidak mengerti apa sebenarnya maksud Izham melakukan itu dia tetap percaya dengan kata-kata Atul, dia pun sering curhat mengenai Izham kepada Atul dan dia mereply curhatan Lilis degan berkata, “kamu yang sabar yah Lis tenang aja semua pasti akan indah pada waktunya” akhirnya Lilis merasa bahwa memang Izham benar-benar sayang sama dia.
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim panas kemarin, dikelas terlihat Lilis dan Izham saling bungkam dan enggan berbicara. Mereka bagaikan orang yang tak saling kenal hanya suara teman-temannya yang menghidupkan suasana kelas saat itu. Sahabat-sahabat Lilis merasa heran dengan sikap mereka berdua hingga mereka mengejek Lilis dan Izham dengan berkata “cie.. kok pacaran diem-dieman sih” Lilis tertegun enggan bicara mendengar ejekan itu, hati kecilnya berkata “jangan sampai mereka curiga terhadapku dan Izham, jangan sampai mereka bertambah yakin kalau aku menjalin hubungan dengan Izham. Tp, buat apa aku gelisah jika kenyataanya kami nggak menjalin hubungan”. Meskipun Lilis membuat pengakuan bahwa dia tidak pacaran dengan Izham, tetapi teman-temannya tetap yakin terhadap insting mereka yg mengatakan bahwa Lilis dan Izham pacaran.
Lilis seringkali gelisah memendam semua rahasia hatinya dan rahasia dibalik rahasia yang ia simpan seorang diri. Akhirnya dia meluapkan semuanya kepada salah satu temannya yaitu Rina. Memang Rina bukanlah salah satu anggota geng Lilis namun, dia mampu menjaga semua rahasia yang dikatakan oleh Lilis sekaligus Rina menjadi tempat curhatan Lilis tentang sikap Izham yang saat ini sangat dingin dan tak banyak bicara terhadap Lilis. Seolah-olah dia telah melupakan segala yang terjadi diantara dia dan Lilis.
Hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan Ujian Nasional semua peserta ujian dan para guru merasakan ketegangan menanti saat-saat kelulusan sekolah tiba. Tidak terlepas dari itu, rencana perpisahan sekolah tahun ini akan diadakan di pantai tempat Lilis dan kawan-kawan mengadakan liburan pada musim panas kemarin. Sangat berat rasanya jika Lilis harus kembali ke pantai itu. Tempat yang membuat dirinya seolah-olah terbang diatas pantai menyaksikan keindahan kuasa-Nya lalu seketika sayapnya dipatahkan hingga terjatuh dan terapung diatas pantai tanpa arah yang jelas. Namun, semua orang menginginkan Lilis hadir dalam acara tersebut dan memberikan persembahan terakhir melalui sajak-sajak indahnya.
Hari perpisahan sekolah telah tiba akan tetapi sejak berangkat hingga sampai ke tempat tujuan, Lilis sama sekali tidak melihat Izham. Salah seorang guru menanyakan keberadaan Izham kepada Lilis namun tak banyak kata-kata yang ia lontarkan hingga Lilis melihat Atul dan memanggilnya kemudian bertanya: “Izham ikut nggak? Kok dari tadi aku nggak liat dia sih.” Atul tersenyum dan menanggapi pertanyaan Lilis “Cie ada yang kangen nih sama Izham. Dia nggak ikut sama rombongan soalnya lagi barengan sama salah satu guru, tadi ada urusan katanya. Tenang aja, dia bentar lagi sampai kok.” Mendengar jawaban Atul, Lilis merasa senang namun ada rasa malas bertemu dengan Izham. Tibalah malam puncak perpisahan sekolah mereka, ternyata Lilis dan Izham harus mewakili kelas mereka untuk menampilkan persembahan terhadap teman-teman yang lain. Belum ada persiapan yang dilakukan oleh mereka berdua. Maka dari itu mereka harus latihan ditempat yang sunyi dan jauh dari kerumunan teman-teman agar penampilan mereka berkesan dihadapan semua yang hadir.
Pinggiran pantai merupakan tempat yang cocok untuk latihan, tepat ditempat di mana mereka pernah duduk bersama. Setelah latihan, tiba-tiba Izham memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Mimpi” yang dipopulerkan oleh Anggun. Dia seakan mengisyaratkan sebuah makna dari lagu tersebut dan sesekali menatap Lilis yang juga menatapnya. Izham tetap memainkan gitarnya dan menyatakan perasaannya, Lilis pun langsung menundukkan kepalanya dan terdiam. Belum sempat ia memberi jawaban terhadap pernyataan Izham, guru mereka pun memanggil bahwa sebentar lagi mereka akan tampil. Lilis beranjak meninggalkan Izham menuju tempat teman-teman mereka berkumpul.
Lilis dan Izham berkolaborasi membawakan puisi dan lagu tentang perpisahan. Terlihat jelas wajah Lilis yang seakan menahan tangis entah karena terbawa suasana atau ada hal lain yang mengganjal di fikirannya. Usai tampil, Lilis menuju ke pinggir pantai dengan tangan tertekuk dilutut. Dia menangis sejadi-jadinya dan mengeluarkan apa yang menjadi beban fikirannya. Setelah perasaannya mulai membaik barulah ia kembali ke rombongan dan menghabiskan malam bersama semua teman dan guru-gurunya.
Amplop pengumuman kelulusan sudah dipegang oleh kepala sekolah, was-was dan penasaran menyelimuti hati setiap orang yang hadir pada saat itu. Terlebih lagi Lilis yang namanya disebutkan oleh kepala sekolah untuk maju dihadapan para teman-temannya. Dia ditanya perihal rencana setelah lulus sekolah dan dia menjawab “Sebentar lagi perusahaan tempat ayah saya bekerja akan ditutup dan dialihkan ke luar kota. Jika ayah saya masih menginginkan pekerjaan itu, bisa jadi dia pindah ke luar kota dan bukan hanya dia yang pindah mungkin kami sekeluarga. Jadi saya ingin melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi dikota ayah saya bekerja”. Tepuk tangan yang meriah seakan mendukung keputusan Lilis, dia pun memandangi satu per satu wajah teman-temannya dan terlihat Izham yang tertunduk tak berekspresi. Selanjutnya kepala sekolah memanggil Izham dan menanyakan pertanyaan yang sama dengan Lilis, sambil memandang Lilis dia pun menjawab “Lima menit yang lalu saya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang membuat perasaan saya menjadi bahagia karena melihat senyuman perempuan cantik tapi sepertinya sekarang, saya harus berfikir dua kali untuk hal itu. Yah saya masih mempertimbangkan antara lanjut kuliah atau tidak”. Mendengar perkataan Izham yang seperti itu, Lilis bertanya-tanya didalam hati “apakah perempuan yang dimaksud itu adalah saya? Entahlah”.
Kepala sekolah mengumumkan satu per satu nama siswa yang lulus dan Lilis tetap menjadi yang unggul dan terbaik sedangkan Izham berada di urutan ke-5. Semua orang tidak percaya jika Izham mampu menduduki urutan dengan nilai tertinggi ke-5 diantara teman-temannya yang lain. Lilis dan Izham saling memberi ucapan selamat namun dengan raut wajah yang tidak begitu bahagia. Sepertinya mereka saling mengetahui bahwa perpisahan sudah didepan mata. Tak satu pun yang mampu mencegah perpisahan diantara mereka. Setelah itu, Lilis beranjak pergi meninggalkan Izham yang diam tak berkutik melepas kepergian Lilis. Apakah ini pertemuan terakhir mereka? Tak ada yang mengetahui itu!
Pantai adalah saksi bisu kisah antara Izham dan Lilis yang tidak tahu harus berbuat apa ketika takdir memisahkan jarak antara mereka berdua. Hingga akhirnya, tanpa sengaja Lilis melihat jejaring sosial milik Izham yang terlihat bahagia dengan seorang perempuan cantik berada disampingnya. Lilis merasa lega melihatnya karena Izham mampu membuktikan kata-katanya ketika hari pengumuman kelulusan. Izham melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang membuat perasaannya bahagia melihat senyuman perempuan cantik. Lilis pun mengerti bahwa perkataan yang terucap mampu menjadi kenyataan meski yang diharapkan bukanlah objek yang  sebenarnya.

THE END